Low Vision Color
Preset Color Skins
  • In partnership with

    Text size:  A+ | Reset | A-

    PSF membantu Pemerintah Indonesia untuk memimpin dan mengelola Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) secara efektif. PNPM yang diluncurkan pada 2007 merupakan program pengurangan kemiskinan terpenting Pemerintah Indonesia. Dimulai dari beberapa program rintisan skala kecil, PNPM saat ini terdiri atas lima program inti: PNPM Perdesaan, PNPM Perkotaan, PNPM Mandiri Daerah Tertinggal dan Khusus, PNPM Mandiri Pembangunan Infrastruktur Sosial dan Ekonomi Wilayah, dan PNPM Mandiri Infrastruktur Perdesaan.

    PSF dibentuk oleh Pemerintah Indonesia dan didukung oleh dana hibah multi-donor dari Pemerintah Australia, Denmark, Belanda, Inggris, Amerika dan Uni Eropa. Dana hibah tersebut dikelola oleh Bank Dunia.

    PNPM bertujuan memperbaiki keadaan sosio-ekonomi dan tata kelola lokal kaum miskin, dan saat ini merupakan program penanggulangan kemiskinan berbasis masyarakat terbesar di dunia yang mencakup setiap kecamatan perkotaan maupun perdesaan di Indonesia. PNPM menggunakan pendekatan pembangunan berbasis masyarakat (CDD) dengan memberikan hibah kepada masyarakat lokal untuk membiayai prioritas pembangunan lokal. Berbagai prioritas tersebut umumnya mencakup infrastruktur sosial dan ekonomi berskala kecil, kegiatan pendidikan dan kesehatan, serta pinjaman mikro kepada kelompok simpan pinjam perempuan, yang dilaksanakan dengan menggunakan mekanisme tertentu untuk memastikan partisipasi yang luas dan transparansi.

    PSF memungkinkan Pemerintah Indonesia mengakses beragam program dan sumber daya donor untuk menunjang penanggulangan kemiskinan. Sampai dengan 2011, Pemerintah Indonesia telah menjalankan sebagian besar sumber daya PSF yang disetujui (71%) dengan 7 proyek dan kegiatan yang bernilai US$ 133 juta. Sementara itu, Sekretariat PSF/Bank Dunia bertanggung jawab melaksanakan 14 proyek dan kegiatan yang bernilai kira-kira US$ 43 juta (23%) dan LSM bertanggung jawab atas 7 proyek yang bernilai sekitar US$ 11 juta (6%).

    Staf PSF terdiri atas pakar pembangunan sosial dan staf operasional yang direkrut oleh Bank Dunia. Kebanyakan anggota staf merupakan orang Indonesia dan dilengkapi oleh sekitar 12 orang spesialis internasional dari berbagai kebangsaan.