Low Vision Color
Preset Color Skins
  • In partnership with

    Text size:  A+ | Reset | A-
    • By admin
    • / 26 January 2014
    • FOTO Potret Sebaran Penduduk Miskin di Indonesia 
    • FOTO Alokasi BLM PNPM Mandiri 
    • FOTO Diskusi semarak PNPM Mandiri bersama Ikatan Alumni ITB 

    Sujana Royat (Pokja Pengendali PNPM Mandiri), Sentot Satria (PNPM Support Facility), Ibnu Taufan (TNP2K), dan Sunaryanto (PNPM Mandiri Perkotaan Wilayah 2) memiliki satu kesamaan. Mereka merupakan alumni Institut Teknologi Bandung (ITB). Pada Kamis malam, 16 Januari 2014, mereka hadir untuk berdiskusi mengenai PNPM Mandiri bersama Ikatan Alumni ITB.

    Sujana Royat selaku Ketua Pokja Pengendali PNPM Mandiri menjelaskan "Capaian dan Tantangan Program Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat". Alumnus ITB Angkatan 1973 ini menjelaskan prioritas arahan penanggulangan kemiskinan terletak pada penurunan tingkat kemiskinan absolut dari 14,1% pada 2009 menjadi 8-10% pada akhir 2014. 

    Dalam diskusi yang disiarkan langsung melalui saluran IA-ITB ini, PNPM Mandiri dijelaskan telah menjadi inti upaya pemerintah dengan pemenuhan BLM Rp.3 miliar untuk setiap kecamatan. Minimal 30 persen dari dana ditujukan untuk kecamatan termiskin dan integrasi PNPM pendukung atau program penguatan.

    Lebih dari 42.300 desa di lokasi PNPM Mandiri Perdesaan dan 8.446 KSM telah berpartisipasi dalam proses demokrasi, berpartispasi dalam perecanaan dan pengambilan keputusan menyangkut alokasi dana bagi pembangunan publik di desa masing-masing. Berkat pelatihan, 82 persen warga lokal menyatakan telah memiliki kemampuan dan kapasitas diri.

    Hingga Februari 2010, total modal kegiatan pinjaman bergulir sebesar Rp 1,01 triliun untuk kelurahan menunjang kegiatan pinjaman bergulir bagi sebanyak 8.270 UPK. Saat ini sudah mencapai 226.808 KSM dengan jumlah anggota sebanyak 1.344.953 anggota, diantaranya 780.219 orang (58%) anggota KSM perempuan, sedangkan anggota KSM dari Kepala Keluarga Miskin sebanyak 1.119.938 anggota (83%).

    Sampai dengan Desember 2009, total dana sosial yang terserap melalui PNPM Mandiri Perkotaan di lokasi sebesar Rp 82,1 miliar. Penyerapan dana sosial tahun 2007 dan 2008 diperuntukkan bagi peningkatan SDM, kesehatan, beasiswa dan santunan sosial/hibah.

    Pemanfaatan dana untuk santunan sosial atau hibah termasuk yang terendah. Kecenderungan ini dinilai positif karena sesuai dengan kebijakan baru di tahun 2008. PNPM Mandiri Perkotaan mendorong agar pemanfaatan dana sosial tidak lagi bersifat hibah, melainkan memiliki dampak yang berkelanjutan pada masyarakat.

    Sekitar 74 persen dari peserta yang hadir dalam musyawarah perencanaan PNPM Mandiri Perdesaan merupakan kelompok masyarakat yang paling miskin di desanya. Lebih dari 70 persen tenaga kerja untuk kegiatan pembangunan sarana dan prasarana PNPM Mandiri Perdesaan berasal dari kelompok paling miskin. 

    "Masyarakat yang berdaulat, masyarakat yang memimpin," ujar Sujana Royat.

    Partisipasi dalam berbagai pertemuan dan kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan terus meningkat, yaitu mencapai 44 persen. Lebih dari 40 persen perempuan juga turut berpartisipasi dalam berbagai pertemuan dan kegiatan. Bahkan, swadaya masyarakat bisa mencapai 17 persen dari nilai BLM (Bantuan Langsung untuk Masyarakat). 

    Dalam segi dukungan pendanaan, komitmen pemerintah daerah terhadap pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan dan PNPM Mandiri Perkotaan tergolong tinggi. Semua kabupaten yang berpartisipasi dalam pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan menyediakan dana bersama pelaksanaan program dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan besar kontribusi lebih dari 30 -40 persen dari total dana Bantuan Langsung untuk Masyarakat (BLM) yang dialokasikan oleh Pemerintah Pusat. Sedangkan kontribusi Pemerintah Daerah untuk pelaksanaan PNPM Mandiri Perkotaan mencapai 30 -40% dar total dana pelaksanaan kegiatan di kelurahan.

    "Jangan lupa dana PNPM Mandiri ditentukan masyarakat. Jangan harap dari pusat bisa ada titipan-titipan," ujar Sentot yang merupakan alumnus ITB Angkatan 1980. 

    Demi masa depan PNPM Mandiri, strategi keberlanjutan perlu disusun bersama. Langkah ini meliputi beberapa aspek berikut: 

    • Keberlanjutan fungsi fasilitator. 
    • Sinergi perencanaan masyarakat dengan Pemerintah Daerah (melalui proses musrenbang). 
    • Keberlanjutan kelembagaan masyarakat untuk menjadi penyalur aspirasi dan partisipasi masyarakat.
    • Integrasi program-program pemberdayaan masyarakat yang ada di Kementerian/Lembaga dengan PNPM Mandiri (amanat Inpres No. 1/2010), dan integrasi hasil perencanaan PNPM ke dalam RPJM dan RKP Desa (amanat Inpres No. 3/2010).

    Dalam diskusi, PNPM Mandiri banyak mendapat respon positif dari rekan alumni ITB angkatan 70an dan 80an yang hadir. Para rekan alumni ITB mengapresiasi PNPM Mandiri sebagai program pemerintah yang inovatif. Mereka menilai PNPM berani menerobos birokrasi dan menangani kelompok-kelompok masyarakat yang tidak tertangani oleh program-program pemerintah lainnya, seperti melalui PNPM Peduli.  

    Dalam diskusi juga dibahas mengenai keterkaitan PNPM Mandiri dengan Undang-undang Desa yang baru saja disahkan DPR. Pembahasan metode implementasi PNPM Mandiri secara teknis menjadi fokus. Termasuk pada kualitas fasilitator, terutama fasilitator teknik yang bisa bersinergi dengan ITB selaku pencetak tenaga ahli di bidang teknik.

    Terkait dengan kualitas fasilitator teknik, rekan alumni ITB mengusulkan agar sinergi antara PNPM dengan universitas semakin ditingkatkan. Terutama untuk menjaring tenaga-tenaga fasilitator teknik yang berkualitas, misalnya melalui mahasiswa magang.

    Hal ini disambut sangat baik oleh tim PNPM Mandiri yang hadir dalam diskusi tersebut. Komitmen untuk menindaklanjuti hal ini langsung dibahas dengan perwakilan mahasiswa ITB yang juga hadir.  Rekan alumni yang hadir dalam diskusi ini juga sangat antusias mengajak Pokja Pengendali PNPM Mandiri untuk menjajaki sinergi-sinergi lain dengan lembaga dan organisasi yang digawangi oleh mereka.

    "Kemiskinan adalah kejahatan struktural. Kita bisa mengubahnya," ujar Taufik Rinaldi dari Pokja Pengendali PNPM Mandiri.