Pertukaran Pengetahuan Indonesia - Brazil: Menemui Petani di Perdesaan dan Mempelajari Program Inklusi Ekonomi Perdesaan

 “Saya menyaksikan fasilitasi dan bantuan teknis yang sangat kuat oleh kelompok masyarakat, serta kepemimpinan oleh pemerintah Negara Bagian dan Kota, kemitraan tingkat daerah yang terbentuk di antara pemerintah, bank, dan sektor swasta untuk mendukung kelompok masyarakat dalam kegiatan produksi dan kaitannya dengan pasar. Semua itu saling melengkapi untuk mencapai tujuan keseluruhan, yaitu inklusi ekonomi perdesaan”, jelas Kun Wildan, Direktur Kelembagaan dan Pelatihan Masyarakat, Kementerian Dalam Negeri.

Kun Wildan adalah satu seorang dari enam anggota delegasi Pemerintah Indonesia yang dipimpin oleh Rudy Prawiradinata, Direktur Penanggulangan Kemiskinan, Bappenas, yang mengunjungi Proyek Inklusi Ekonomi Perdesaan (yang disingkat PRS dalam bahasa Portugis) di Negara Bagian Pernambuco, wilayah Timur Laut Brazil, dari tanggal 9 hingga 15 Juli 2012 di bawah upaya pertukaran pengetahuan kerja sama selatan-selatan.

Kunjungan ini difokuskan untuk memahami agenda Pernambuco untuk meningkatkan inklusi ekonomi bagi petani perdesaan, khususnya petani kecil. Selain kunjungan ke Pernambuco untuk pembelajaran tingkat kebijakan yang mencakup manajemen proyek, koordinasi, perencanaan anggaran, dan pembuatan kebijakan, delegasi juga mengunjungi investasi produktif yang dijalankan oleh kelompok masyarakat di lima kota: Garanhuns, Paranatama, Aguas Belas, Petrolândia dan Jatobá.

Delegasi juga bertemu dengan Ranilson Ramos, Sekretaris Negara Bagian bidang Pertanian dan Reformasi Agraria, serta staf proyek untuk memahami latar belakang proyek, kebijakan pemerintah untuk mendukung transformasinya dari program infrastruktur pembangunan berbasis masyarakat (CDD) menjadi program inklusi ekonomi, serta bagaimana program diinternalisasikan dalam struktur pemerintahan Negara Bagian Pernambuco.

Delegasi mendapati potensi besar untuk meniru pendekatan Pernambuco dalam program pembangunan Indonesia, terutama untuk menyempurnakan komponen Dana Bergulir PNPM Perdesaan saat ini. “Kekuatan PNPM adalah kenyataan bahwa berbagai kelompok masyarakat menentukan sendiri pembangunannya. Sungguh menggembirakan melihat komitmen dan kepemimpinan pemerintah daerah di Pernambuco untuk mendukung kelompok masyarakat dan inisiatif ekonomi mereka,” ujar Kun Wildan.

Tak hanya terkesan oleh mutu bantuan teknis, efisiensi sistem manajemen proyek, dan kepemimpinan pemerintah lokal, Delegasi pun terinspirasi oleh kelompok masyarakat yang dikunjunginya. Dari diskusi dengan anggota masyarakat, tampak jelas tingginya tingkat minat, komitmen mendalam pada upaya mereka, dan visi yang jelas untuk meningkatkan kehidupan.

“Masyarakat membentuk sendiri kelompoknya dan kami mendukung kelompok tersebut dengan bantuan teknis, modal awal, dan memfasilitasi hubungan mereka dengan permintaan pasar,” jelas Aldo Santos, Sekretaris Eksekutif untuk Pertanian Kecil di Pernambuco dan Pimpinan Proyek PRS.

Setelah kunjungan ke Pernambuco, delegasi pun menyamakan pandangan seperti yang disampaikan oleh Rudy Prawiradinata, “kunci sukses operasi inklusi ekonomi adalah ‘memperkuat kelompok masyarakat’, dan ‘saling menghubungkan orang-orang’ untuk membentuk kemitraan dengan dukungan daerah dan regional. Bantuan Teknis untuk produksi, manajemen, dan pemasaran juga dapat diberikan melalui kerja sama dengan penyedia sektor swasta dan perusahaan besar, serta pembeli.”

photo: